Musim Panen Padi di Kayan Selatan: Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Meningkat Drastis

1777441326682.jpeg

Ditulis Oleh : Cera Oktaviana

​Musim panen raya di Kayan Selatan tahun ini menjadi berkah nyata bagi ekonomi kerakyatan, mengingat mayoritas penduduknya adalah petani dan ada sebaian petani memiliki lahan yang sangat luas. Masyarakat setempat mengelola dua jenis lahan sekaligus, yakni padi sawah dan padi gunung, yang kini mulai menguning secara bersamaan. Kondisi ini memicu kebutuhan tenaga kerja dalam skala besar untuk memastikan seluruh hasil panen dapat terangkat tepat waktu.

​Tantangan utama musim ini adalah tingginya curah hujan yang mendesak para petani untuk segera memanen demi mencegah batang padi keropos dan bulir membusuk. Situasi "kejar tayang" ini menciptakan lapangan kerja musiman yang luas bagi para pekerja lepas. Menariknya, kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh para pelajar hingga mahasiswa yang sedang libur sekolah untuk turun ke ladang dan sawah mencari uang tambahan guna memenuhi kebutuhan mereka.

​Fleksibilitas sistem kerja menjadi daya tarik utama bagi siapapun yang ingin mencari "cuan" tambahan di sela kesibukan mereka. Pemilik lahan menerapkan berbagai skema upah, mulai dari sistem borongan kelompok hingga hitungan waktu. Upah kerja harian umumnya dipatok sebesar Rp150.000, sementara untuk kerja setengah hari dibayar Rp75.000, dan tersedia pula sistem upah per jam sebesar Rp20.000 bagi mereka yang memiliki waktu terbatas.

​Melimpahnya lapangan kerja saat panen raya ini membuktikan bahwa sektor pertanian di Kayan Selatan tetap menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh. Dengan luasnya lahan padi gunung dan sawah yang dimiliki, wilayah ini tidak hanya berhasil menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara mandiri melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang sangat berpengaruh.

Bagikan post ini: